Studi WHO 2 Dosis Vaksin Efektif Tak Perlu Booster
Studi terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan sejumlah lembaga dipublikasikan di The Lancet menunjukkan dua dosis vaksin Covid-19 cukup efektif untuk mencegah penyakit yang parah. Studi ini menilai dosis ketiga atau booster tak lagi diperlukan.
Hasil ini didapat setelah peneliti meninjau studi observasional dan uji klinis. Peneliti menemukan bahwa vaksin tetap efektif melawan Covid-19 yang parah pada semua varian, termasuk varian Delta.
"Secara keseluruhan, penelitian yang tersedia saat ini tidak memberikan bukti yang kredibel tentang penurunan perlindungan secara substansial terhadap penyakit parah," kata penulis utama dari WHO Ana-Maria Henao-Restrepo, dikutip dari AFP.
Menurut Henao-Restrepo, alih-alih memberikan booster, dosis vaksin sebaiknya diberikan kepada orang yang belum mendapatkan vaksin. Cara ini dinilai dapat mempercepat penyelesaian pandemi.
"Jika vaksin dikerahkan di tempat yang paling baik, mereka dapat mempercepat akhir pandemi dengan menghambat evolusi varian virus," kata Henao-Restrepo.
WHO mendesak setiap negara harus memvaksin minimal 10 persen dari populasi pada akhir bulan ini dan 40 persen populasi pada akhir tahun ini.
Kepala Epidemiologi Penyakit Menular Imperial College London, Azra Ghani menyebut penelitian ini merupakan tinjauan yang menyeluruh.
Namun, Ghani menyebut meski pengurangan kemanjuran vaksin dinilai kecil, hal ini tetap dapat menyebabkan peningkatan yang substansial pada tingkat populasi.
"Bahkan di negara-negara paling maju, perbedaan kecil ini dapat memberikan tekanan yang parah pada sistem kesehatan," kata Ghani.
Saat ini, sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia sudah mulai memberikan dosis ketiga atau vaksin booster. Pemerintah Indonesia memberikan vaksin booster untuk tenaga kesehatan.
(ptj)[Gambas:Video CNN]
0 Response to "Studi WHO 2 Dosis Vaksin Efektif Tak Perlu Booster"
Post a Comment